Misteri Penumpang Nomor 171 Dalam Manifes Lion Air JT 610. Ada Pelanggaran Prosedur?

HPK taruh disini

Ada banyak hal yang tidak wajar dalam data penerbangan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang 29 Oktober 2018. Salah satunya adalah catatan manifes yang memuat daftar penumpang yang ada dalam pesawat tujuan Bangka Belitung yang nahas itu.

Misteri Penumpang Nomor 171 Dalam Manifes Lion Air JT 610. Ada Pelanggaran Prosedur?

Dalam manifes resmi yang dikeluarkan maskapai Lion Air itu tercatat nama Krisma Wijaya dalam nomor urut 171. Krisma masih berstatus sebagai karyawan PT Sky Pacific Indonesia ketika tiket penerbangan itu dibooking, 24 Oktober 2018. Belakangan, 26 Oktober 2018 keberangkatan Krisma dibatalkan karena dia mengundurkan diri dari perusahaan.

PT Sky Pacific Indonesia mengaku kembali melakukan booking tiket atas nama Arif Yustian. Berdasarkan pengakuan orang tuanya, Arif berada di dalam pesawat nahas itu, sekalipun namanya tidak tercatat dalam manifes resmi yang dikeluarkan maskapai.

Di sini letak ketidak-wajarannya. Seharusnya, setiap kali calon penumpang melakukan check-in sebelum naik pesawat, dilakukan pemeriksaan identitas, baik paspor, KTP, SIM atau tanda pengenal lain yang sah. Mengapa yang muncul nama Krisma Wijaya, Bukan Arif Yustian?

Walaupun kecil, ada kemungkinan pihak maskapai melakukan kelalaian dalam pencatatan nama-nama penumpang yang dituangkan dalam manifes. Akibat kelalaian ini, nama Arif yang naik ke dalam pesawat tidak tercatat. Sebaliknya, nama Krisma yang batal berangkat, justru masuk dalam manifes.

Ada kemungkinan juga, PT Sky Pacific telah melakukan check-in online untuk penerbangan ketiga karyawannya yaitu Krisma Wijaya, Darwin Harianto dan Rohmanir Pandi Sagala. Ketika mendapat kepastian bahwa Krisma tidak jadi berangkat, perusahaan itu memesan satu tiket lagi atas nama Arif Yustian, tapi lalai melakukan check-in online. Sayangnya, penelusuran prosedur check-in via web pada maskapai berlogo singa merah ini, hanya bisa dilakukan 24 jam sebelum penerbangan, dan ditutup 4 jam sebelum jadual terbang.

Ada beberapa kemungkinan lain, termasuk pelanggaran prosedur check-in. Untuk memastikannya, dibutuhkan investigasi yang lebih jauh di maskapai penerbangan Lion Air, perusahaan tempat booking tiket online dilakukan, maupun di PT Sky Pacific sendiri.

Baca Sumber
close