Gak Banyak Omong, Orang Terkaya RI Kirim Bantuan Pakai Jet Pribadi ke Palu. Mantap!

HPK taruh disini

Ketika banyak orang sibuk mengkritisi berbagai hal yang berkaitan dengan bencana Donggala-Palu dengan berbagaai isu, Salah satu orang terkaya di Indonesia yang juga CEO Mayapada Grup Prof Dato Sri Tahir justru diam-diam mengirim bantuan tanpa merepotkan siapapun karena bantuan tersebut dikirim menggunakan jet pribadi miliknya.

Dilansir dari detik.com (2/10), pria yang masuk dalam jajaran 10 orang terkaya Indonesia tahun 2018 versi majalah Forbes yang biasa disapa Tahir itu berangkat menuju Palu menggunakan jet pribadinya, yaitu Pesawat Global 5000, Tail M JGVJ.

Tahir diketahui memiliki kekayaan mencapai US$ 3,5 miliar, Ia mengatakan bantuan menggunakan jet pribadi berupa makanan-minuman siap saji.

"Kalau bantuan kan terbatas saja karena kita punya pesawat terbatas. Kita bawa makanan siap saji yang sesuai dengan arahan pak gubernur yang bisa langsung dimakan McDonald's. Kita bawa Supermi, bawa air, tapi itu sangat terbatas," kata Tahir di sela-sela kunjungannya, Selasa (2/10/2018).

Tak ingin cuma membantu sekali saja, Tahir mengatakan akan kembali mengirim bantuan, bukan hanya makanan dan minuman, dia juga akan menyediakan genset, tenda, dan berjanji membangun sejumlah rumah untuk korban yang tempat tinggalnya hancur karena gempa dan tsunami.

"Kita mau keterpaduan sustainable, continue, sampai mereka bisa pulih kembali," jelasnya.

Selain barang, Tahir juga rencananya akan memnantu dengan uang tunai, namun gubernur setempat menilai masih belum perlu.

"Pengalaman kami ngurusin pengungsi di Timur Tengah mereka juga perlu cash. Nah ini saya tanyakan Pak Gubernur, kata Pak Gubernur sementara belum perlu. Nanti kalau sudah settle down pasti perlu, hanya timingnya kapan," jelasnya.

Bukan cuma Bantuan bahan pokok dan uang cash, tahir bahkan berjanji akan membamtu memulihkan mata pencaharian korban hingga ekonominya pulih.

"Kalau dari kami Thahir Foundation kita tidak hanya mau bangunkan rumahnya. Kalau bisa membangun mata pencahariannya, paling bagus ya pasar sehingga aktivitas ekonominya bisa jalan di daerah itu, di desa itu," paparnya.

Namun Tahir menolak saat ditanya soal nominal, menurutnya yang penting dapat membantu bangun rumah hingga selesai.

"No limit. (Bangun rumah juga sampai selesai) Insyaallah saya pakai kata-kata Insyaallah," tambahnya.

Baca Sumber
close